fbpx

Cara Menghilangkan Karang Gigi Dengan Jarum

20 March 2019 - Kategori Blog

Cara Menghilangkan Karang Gigi Dengan Jarum – Salah satu yang pada artikel ini berkenaan dengan sebuah benda yaitu jarum. Apakah anda pernah menyoba atau sering. Untuk mengatasi gigi anda yang sudah terlanjur berlubang besar dan sering terasa sakit, dapat dilakukan perawatan saluran akar gigi terlebih dahulu, kemudian dilakukan penambalan gigi. Penambalan gigi yang sesuai dengan kondisi gigi, prosedur penambalan dan pemilihan bahan tambal yang tepat, tentu saja tidak akan menyebabkan lepasnya kembali bahan tambal tersebut. Begini keterangan mengenai membersihkan karang gigi dengan jarum

Sesuatu hal yang kita kerjaan akan memberikan efek positif dan bisa jadi menjadi efek buruk yang kurang baik bagi anda. Seperti halnya menghilangkan karang gigi dengan jarum memiliki efek resiko juga

Usai makan lantas ada makanan sisa yang tersangkut di gigi, tusuk gigi pun sering digunakan sebagai alat untuk membersihkan sisa makanan yang menyangkut. Nah, ketik Anda ingin melakukan itu, ada pesan dari dokter gigi.

Bahaya Menghilangkan Karang Gigi Dengan Jarum atau Tusuk Gigi

Menurut para ahli, menggunakan tusuk gigi adalah salah satu cara yang kurang sehat. Sesekali mungkin masih aman, namun bagaimana jika ada seseorang yang sudah kecanduan dengan tusuk gigi? Beberapa ada lho, yang benar-benar tidak bisa lepas dari tusuk gigi pasca makan.

Berikut Bahaya Menghilangkan Karang Gigi Dengan Jarum / Tusuk Gigi

Menyebabkan abrasi – Saat kamu menggunakan tusuk gigi untuk mengangkat sisa-sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi atau gusi, maka hal tersebut tanpa disadari akan menyebabkan abrasi. Selain itu, dalam kasus terparah juga bakal berakhir dengan pendarahan.

Jika tetap dilakukan dalam jangka waktu yang lama tanpa menghiraukan pertanda itu, dapat menyebabkan kerusakan pada seluruh set gigi

Penyakit gusi – Menggunakan tusuk gigi hanya sesekali mungkin masih aman. Dampak tidak akan terjadi separah jika kamu terus menggunakannya tiap selesai makan. Pasalnya kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kerusakan tidak hanya pada gigi, namun juga gusi. Jika tidak diobati dan ditangani dengan baik, maka dapat menyebabkan penyakit gusi ireversible parah.

Kerapatan gigi melonggar – Ketika tusuk gigi sering dipakai untuk membersihkan di tempat yang sama, maka hal tersebut akan menciptakan ruang yang lebih besar dan lebar antara satu gigi dengan sebelahnya. Ini justru akan lebih memperburuk kondisi. Ada kemungkinan makanan yang lebih besar bisa sering nyangkut di sana karena kerapatan gigi sudah berkurang.

Kerusakan enamel gigi – Ketika seseorang menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan, ada salah satu kebiasaan yang sulit dihindarkan. Proses pembersihan atau pencongkelan sisa makanan akan disertai dengan gigitan-gigitan kecil pada ujung tusuk gigi.

Padahal hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada enamel gigi. bagi yang belum tahu, enamel gigi adalah lapisan luar gigi yang bisa dilihat. Lapisan ini mengandung 5 persen air dan 95 persen zat inorganik hidroksi apalit (senyawa kalsium fospat), dan zt organik (protein serta mukopolisakarida). Enamel merupakan bagian paling kuat dalam tubuh manusia. Anda bisa membayangkan jika bagian terkuat ini sampai rusak

Berikut Pesan Seorang Dokter Gigi Mengenai Tusuk Gigi atau Jarum

drg Ratu Mirah Afifah, GCCClinDent, MDSc, Head of Professional Oral Care PT Unilever Indonesia, Tbk mengatakan membersihkan mulut usai makan dianjurkan menggunakan sikat gigi atau benang gigi. Sebab, jika tidak hati-hati, penggunaan tusuk gigi bisa saja berpotensi menimbulkan luka yang dapat menjadi pintu masuk infeksi kuman atau bakteri.

“Kalau ada makanan yang menyelip sudah semestinya kita waspada, karena menyelipnya sisa makanan bisa karena gigi berlubang, ada celah di gigi, atau ada penyakit gusi sehingga timbul celah di antara gusi dan gigi,” kata drg Mirah dalam Media Briefing World Oral Health Day 

Apalagi, sebenarnya dalam kondisi normal keadaan gigi dan gusi juga sudah baik dan kecil risiko akan terselip sisa makanan, demikian dikatakan drg Mirah. Ketika terlalu sering makanan menyelip di gigi, maka sebaiknya jangan terus-terusan ‘mencongkelnya’ dengan tusuk gigi. Sebab, justru permukaan tusuk gigi yang cenderung tajam akan mengenai gusi.

“Bisa dibayangkan kan benda yang keras kena permukaan lunak kan bisa menimbulkan luka. Sehingga, bisa dipastikan bahwa ada sisa makanan terselip tidak bisa diatasi hanya dengan sikat gigi, harus dicari apa sebabnya kok sisa makanan bisa sampai menyelip

Jika memang penyebabnya penyakit gusi yang membuat timbulnya celah di antara gigi dan gusi, maka perlu dibersihkan karang giginya. Pun jika penyebabnya adalah gigi berlubang, maka perlu dilakukan penambalan.

Nah itulah informasi penting mengenai membersihkan gigi dengan jarum/tusuk gigi. Silahkan berikan komentar anda di bawah sekira informasi ini bermanfaat

Anda ingin dapatkan update terbaru melalui email, masukan email anda di bawa ya 

Sumber : kompas, detik

Artikel lainnya yang juga menarik :

 
Chat Saya di Whatsapp