fbpx

Penyebab dan Cara Mengatasi Keputihan Bau Amis (Fishy Odor)

22 Mei 2019 - Kategori Blog

Penyebab dan Cara Mengatasi Keputihan Bau Amis (Fishy Odor)– Munculnya keputihan bau amis (fishy odor) acapkali menandakan adanya masalah pada organ kewanitaan. Nah pada ulasan kali ini, kita akan mencari tahu bersama apa penyebab sekaligus bagaimana cara mengatasi keputihan bau amis itu.

Penyebab Keputihan Bau Amis

Berikut ini adalah beberapa penyebab mengapa organ kewanitaan sampai mengeluarkan keputihan bau amis:

1. Vaginosis bakterialis
Vaginosis bakterialis (BV) merupakan penyebab keputihan bau amis yang paling umum. Sayangnya dokter belum tahu pasti apa penyebab BV, namun yang pasti penderitanya juga mengalami gejala lain seperti:

  • Keluarnya cairan dari jalan lahir berwarna abu-abu atau putih.
  • Organ kewanitaan terasa perih ketika buang air kecil atau saat berkoitus.

Walau bukan merupakan penyakit serius, tapi BV bisa menular melalui ‘aktifitas’ suami istri. Pengobatan menggunakan antibiotik sebaiknya dilakukan hingga tuntas agar BV tidak kambuh lagi.

2. Trikomoniasis
Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan parasit. Kebanyakan penderitanya tidak mengalami gejala apapun, namun bila ada – inilah beberapa ciri-ciri Trikomoniasis:

  • Keputihan bau amis.
  • Keluarnya cairan berbusa warna abu-abu, hijau, atau kuning dari kemaluan.
  • Vagina terasa perih selama berhubungan intim atau buang air kecil.

Sama seperti BV, Trikomoniasis juga efektif diatasi dengan antibiotik.

3. Infeksi Jamur
Kebanyakan perempuan pasti pernah mengalami infeksi jamur. Ciri-cirinya antara lain:

  • Keluarnya cairan pekat warna putih atau kuning disertai bau tak sedap
  • Vagina terasa sakit, perih, dan gatal

Sebenarnya infeksi ragi tidak menyebabkan bau amis. Menurut beberapa dokter, bila baunya amis maka besar kemungkinan BV tadilah penyebabnya. Namun kalau cairan yang keluar tampak mirip seperti keju cottage, maka infeksi jamurlah penyebabnya. Nah, karena penyebabnya adalah jamur, maka obat antijamur mampu mengatasi gangguan ini.

4. Keringat
Masuk akal memang – bila keringat menimbulkan bau badan, hal serupa juga bisa terjadi pada organ keintiman. Sama seperti ketiak, kelenjar keringat apokrin juga bisa ditemukan di daerah vagina. Ketika kelenjar tersebut menghasilkan terlalu banyak minyak, itu akan dimetabolisme oleh bakteri di kulit. Akibatnya, muncullah bau tak sedap. Solusi untuk mencegah hal ini tentunya adalah dengan: mengenakan pakaian longgar yang terbuat dari bahan breathable. Hindari memakai celana atau pakaian dalam ketat agar keringat tidak terperangkap di area selangkangan. Diet juga dapat jadi jalan keluarnya, mengingat kondisi ini lebih umum dialami perempuan overweight.

5. Radang panggul (PID)
Penyebab keputihan bau amis selanjutnya adalah PID yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang bisa menular melalui hubungan intim ini seringkali merupakan fase akhir dari penyakit menular seksual klamidia atau gonore. Kebanyakan wanita tidak sadar mengalaminya hingga mereka mulai merasakan sakit kronis atau sulit hamil. PID umumnya menimbulkan gejala seperti:

  • Keputihan bau amis
  • Munculnya bercak darah tak teratur
  • Nyeri panggul padahal tidak sedang haid
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah
  • Sakit saat buang air kecil atau berhubungan intim
  • Demam

Kamu bisa dapatkan informasi terupdate melalui sosmed terbesar di indonesia melalui Facebook hanya dengan genggaman hp android anda. Silahkan bergabung agar 

 
Chat Saya di Whatsapp